CONGAR SANG PEMBAHARU GEREJA
Gereja Kristus adalah gereja yang dinamis. Gereja pernah mengalami
tantangan, tetapi selalu muncul pembaharu di dalam gereja. Konsili Vatikan II adalah pada
hakekatnya cara Gereja menyikapi
perubahan-perubahan. Gereja adalah institusi kuno tetapi yang tetap relevan
sampai hari ini. Titik tekannya bukan pada birokrasinya gereja tetapi
Roh Kudus selalu membimbing gereja terlebih di tengah deranya arus modernisme. Selalu saja di setiap zaman muncul pembaharu gereja. Kita mengenal Gregorius Agung, Ambrosius, Agustinus, Thomas Aquinas dan banyak lagi.
Salah satu tokoh di abad modern sebagai pembaharu gereja
adalah Yves Congar. Menurut Congar
refleksti tentang Allah adalah Allah yang hadir berbentuk Allah yang dikisahkan dalam
Injil. Jadi Allah yang menyejarah adalah
Allah yang dikisahkan dalam Injil, dan peran pokok dari kristus dalam sejarah keselamatan. Gereja sebagai
totalitas organisme yag hidup, yang diamis
dan aktif. Gereja yang demikian
akan menyadari kehadiran Roh Kudus karena Roh Kudus adalah jiwa gereja, dari Dialah mengalir
seluruh hidup. Gereja adalah hasil yang tampak dari kekuatan batiniah, tubuh
dari Roh yang menciptakan dirinya
sendiri. Individu sebagai bagian dari diri keseluruhan organisme, berdasarkan
Allah tidak akan mengenal Allah kecuali dalam keseluruhan.
Menurut congar, Roh adalah motor batin dari
perkembangan dan perluasannya. Dengan demikian
Roh Kudus menjadi karunia. Kalau sumbernya Roh Kudus dalam diri kita
berkomunitas pastukurnya membangun komunitas
bukan sebaliknya.
Roh Kuduslah yang bertindak di dalam gereja,
Dialah yang melahirkan dalam dirinya berbagai fungsi yang gereja perlukan.
Lalu dimana peran Gereja. Gereja adalah umat
allah dalam sejarah manusia, Pembawa kerygma dan hidup dalam communio
persaudaraan. Oleh karenanya di dalam gereja ada yang namanya tradisi yakni
kita suci, ajara bapa konsili dan Magisterium juga tradisi adalah kesalehan dan
hidup umat Allah.
Gereja yang terbentuk oleh stabilitasnya,
demikian kata Gongar, adalah sakramen
dasar bagi kesatuan seluruh kemanusiaan dengan Allah dan Antar Manusia. Bagi Congar kesamaan martabat Umat Allah karena sakramen inisiasi umat Allah, Tubuh mistik Kristus.
Gereja sebagai Communion.
-
Sumbernya materi Tri Tunggal.
-
Semua Umat yang dibabptis dipanggil untuk
communion.
-
Mengakui dan menerima bentuk-bentuk institusional
-
Dalam kesatuan seluruh Gereja
-
Mengakui peran Roh Kudus.
Ketika kita berbicara tentang gereja yang satu
maka yang kita maksudkan adalah gereja yang Katolik, Kudus, Apostolik. Gereja
yang demikian adalah :
-
Gereja yang tersusun secara hirarkis.
-
Gereja yang berpartisipasi dalam tiga
perutusan Yesus
-
Gereja yang berunsur Ilahi dan manusiawi.
-
Gereja yang lokal dan universal.
-
Gereja yang mencari jalan persatuan dengan umat
Kristiani dan berdialog dengan yang non Kristiani.
Adapun misi
gereja adalah :
-
Gereja bagi umat Manusia
-
Gereja yang mewartakan Kristus
-
Menjadi benih kerajaan Allah di tengah
masyarakat
Karena kita adalah bagian gereja, yang
sekaligus bersifat Ilahi dan manusia dimana kita punya keterbatasan maka Roh
Kuduslah yang jadi ukuran. Maka di dalam prakteknya di dalam gereja terdapat.
1.
Liturgi
2.
Ekumenisme.
3.
Dialog antar agama
4.
Keterlibatan gereja dalam dunia
5.
Pluralitas di dalam teologi
Dalam keadaan itulah kita diutus dan bermisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar