Rabu, 26 Oktober 2016

CONGAR SANG PEMBAHARU GEREJA

Gereja Kristus adalah  gereja yang dinamis. Gereja pernah mengalami tantangan, tetapi selalu muncul pembaharu di dalam gereja. Konsili Vatikan II adalah pada hakekatnya cara Gereja  menyikapi perubahan-perubahan. Gereja adalah institusi kuno tetapi yang tetap relevan sampai hari ini. Titik tekannya bukan pada birokrasinya gereja  tetapi 

Roh Kudus  selalu membimbing gereja  terlebih di tengah deranya arus modernisme. Selalu saja di setiap zaman muncul pembaharu gereja. Kita mengenal Gregorius Agung, Ambrosius, Agustinus, Thomas Aquinas dan banyak lagi.

Salah satu tokoh  di abad modern sebagai pembaharu gereja adalah Yves Congar.  Menurut Congar refleksti tentang Allah adalah Allah yang hadir berbentuk Allah yang dikisahkan dalam Injil. Jadi  Allah yang menyejarah adalah Allah yang dikisahkan dalam Injil, dan peran pokok dari kristus  dalam sejarah keselamatan. Gereja sebagai totalitas organisme yag hidup, yang diamis  dan aktif. Gereja yang demikian  akan menyadari kehadiran Roh Kudus karena Roh Kudus  adalah jiwa gereja, dari Dialah mengalir seluruh hidup. Gereja adalah hasil yang tampak dari kekuatan batiniah, tubuh dari  Roh yang menciptakan dirinya sendiri. Individu  sebagai bagian  dari diri keseluruhan organisme, berdasarkan Allah tidak akan mengenal Allah kecuali dalam keseluruhan.

Menurut congar, Roh adalah motor batin dari perkembangan dan perluasannya. Dengan demikian  Roh Kudus menjadi karunia. Kalau sumbernya Roh Kudus dalam diri kita berkomunitas pastukurnya membangun komunitas  bukan sebaliknya.

Roh Kuduslah yang bertindak di dalam gereja, Dialah yang melahirkan dalam dirinya berbagai fungsi yang gereja perlukan.

Lalu dimana peran Gereja. Gereja adalah umat allah dalam sejarah manusia, Pembawa kerygma dan hidup dalam communio persaudaraan. Oleh karenanya di dalam gereja ada yang namanya tradisi yakni kita suci, ajara bapa konsili dan Magisterium juga tradisi adalah kesalehan dan hidup umat Allah.
Gereja yang terbentuk oleh stabilitasnya, demikian kata  Gongar, adalah sakramen dasar bagi kesatuan seluruh kemanusiaan dengan Allah  dan Antar Manusia. Bagi Congar  kesamaan martabat Umat Allah karena sakramen  inisiasi umat Allah, Tubuh mistik  Kristus.

Gereja sebagai Communion.
-         Sumbernya materi Tri Tunggal.
-         Semua Umat yang dibabptis dipanggil untuk communion.
-         Mengakui dan menerima  bentuk-bentuk institusional
-         Dalam kesatuan seluruh Gereja
-         Mengakui peran Roh Kudus.

Ketika kita berbicara tentang gereja yang satu maka yang kita maksudkan adalah gereja yang Katolik, Kudus, Apostolik. Gereja yang demikian adalah :
-         Gereja yang tersusun secara hirarkis.
-         Gereja yang berpartisipasi dalam tiga perutusan  Yesus
-         Gereja yang berunsur Ilahi dan manusiawi.
-         Gereja yang lokal dan universal.
-         Gereja yang mencari jalan persatuan dengan umat Kristiani dan berdialog dengan yang non Kristiani.

Adapun misi gereja adalah :
-         Gereja bagi umat  Manusia
-         Gereja yang mewartakan Kristus
-         Menjadi benih kerajaan Allah di tengah masyarakat

Karena kita adalah bagian gereja, yang sekaligus bersifat Ilahi dan manusia dimana kita punya keterbatasan maka Roh Kuduslah yang jadi ukuran. Maka di dalam prakteknya di dalam gereja terdapat.
1.     Liturgi
2.     Ekumenisme.
3.     Dialog antar agama
4.     Keterlibatan gereja dalam dunia
5.     Pluralitas di dalam teologi

Dalam keadaan itulah kita diutus dan bermisi.

Minggu, 23 Oktober 2016

BERDOA TERUS CAPEK DEH!!!

Injil  Minggu yang lalu mengajak kita untuk berdoa dengan tiada jemu-jemu (Luk 18:1). Santo Paulus mengajak kita untuk berdoa dengan tiada berkeputusan.

Pater Mark Link dalam suatu buku renungannya pernah menulis demikian. Ada seorang  yang bernama Irmgard wood hidup di kota Stuttgart, Jerman. Pada suatu pagi dan keluarganya melihat ada pesawat terbang Amerika sedang terbakar. (waktu itu Jerman dan Amerika sedang berseteru hebat dalam  perang dunia ke II). Secara instingtif, mereka berdoa untuk pilotnya, meski mereka tahu pilotnya seorang Amerika.

Bertahun-tahun kemudia,keluarga Wood beremigrasi ke Amerika Serikat. Ibu Irmgard mendapat pekerjaan di sebuah Rumah Saki di San Fernando Valley, California. Suatu hari seorang pasien menduga  bahwa  bahasa Inggrisnya berdialeg Jerman. Pasien itu juga bertanya  tentang daerah aslnya di Jerman. Ia menjawab “Stuttgart.”

“Stutgart! Teriak si pasien.”saya pernah hampir saja mati di Stuttgart. Suatu pagi saat perang Duni II, pewawat saya terbakar dan jatuh dari angkasa. Seseorang pasti sungguh-sungguh mendoakan saya pada waktu itu.”
Kisah ini mengingatkan pada kata-kata penyair Inggris, Alfred Lord Tennysono,”lebih banyak hal terjadi karena doa daripada yang ditampilkan dunia ini. Itulah sekelumit kisah yang diceritakan Romo Mark Link sebagai pengantar meditasi ala Ignasius Loyola.

Doa memainkan peranan yang penting dalam hidup kita.Yesus sendiri mengajarkan kita untuk selalu berdoa berdoa dan berdoa. Yesus juga mengajarkan agar kita berdoa bukan untuk diri sendiri.
Didalam kitab suci kita bisa melihat agar kita selalu mendoakan satu dengan yang lain. Misalnya kita temukan dalam :

“Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.” (Kolose 4:12).


Epafras berdoa tidak seadanya, dikatakan ia bergumul. Kita juga diharapkan memperbaiki hidup doa kita. Tidak ada doa yang sia-sia. Agar doa kita menjadi doa yang sungguh-sungguh kita mendoakannya dalam iman. 

Kamis, 20 Oktober 2016

PAUS MENGHENDAKI AGAR PARA IMAM MENYAMPAIKAN KOTBAH YANG TIDAK BENGKOK

Seorang umat datang kepada seorang romo sehabis misa dan berkata, “Romo, homilinya tadi baik lho mo”.  Romo hanya tersenyum dan pada kesempatan lain menyampaikan kepada umat bahwa ia justru takut ketika umat lebih tertarik pada homilinya ketimbang kehadiran Roh Kudus yang memberi rahmat dalam misa itu. Tetapi, memang umat tetap membutuhkan homili  seorang imam karena disitulah kesempatan bagi seorang imam untuk menyampaikan pesan pastoral  kepada umatnya yang tak dapat tergantikan oleh seorang awam, sehebat apapun seorang awam tersebut.

Oleh karenanya Homili memang harus ada sehingga homili bagi seorang imam pada tiap misa hari Minggu adalah sesuatu yang penting. Homili bukan tambahan, karena homili adalah pewartaan kabar suka cita. Hal itu ditegaskan paus dalam anjuran apostolik Evangelii Gaudium. Kata paus Homili harus menyampaikan  pesan yang tajam, dan tidak membingungkan. Oleh karenanya homili harus bersih, dan tidak boleh diboncengi atau bahkan sarana penyampaian wacana yang bukan kabar suka cita.

Memang banyak penyampai homili, yang berusaha menyenangkan audience, ada juga yang bikin umat tertawa dan begitu menghibur dan itu memang tidak salah. Tetapi paus mengingatkan bahwa keluh kesah, hiburan-hiburan kosong yant  tak perlu dan upaya yang dibuat-buat harus dicopot dari homili. Boleh saja  homili sambil melucu tetapi tetap tidak  boleh lupa bahwa misa adalah doa dan Roh Kudus satu-satunya aktor bukan penyampai warta atau kepiawaian pribadi. Itulah yang dimaksud homili tidak bengkok.

Oleh karenanya  Paus Fransiskus menegaskan bahwa kemampuan g ereja dalam menafsirkan sabda Allah hars terus bertumbuh  sampai kepada kebenaran yang  lurus dan benar.

Proporsi warta menurut paus  harus diperhatikan baik-baik. Rahmat harus dibicarakan lebih banyak daripada gereja. Yang dimaksud  Rahmad adalah  pemberian Tuhan  yang Cuma-Cuma  yang mengacu pada iman. Sementara Gereja adalah jalan-jalan utama menuju Tuhan. Jadi dalam homili yang dibicarakan bukan pertama-tama ketokohan seorang pribadi tetapi yang utama adalah sabda Allah. Sabda Allah harus mendapat porsi lebih besar dibanding gereja, misal membicarakan tentang Paus.

Maka paus memberi tawaran sebagai berikut:
1.  Homili harus disiapkan, disampaikan secara sederhana tanpa kehilangan kedalaman.
2.  Isi pesan jauh lebih penting daripada cara penyampaian pesan, metode.
3.  Ajakan injil harus kuat untuk mengatasi kecenderungan bahwa injil tak lagi menarik maka dibutuhkan kemampuan dari para pewarta dalam mengintepretasikan sabda secara benar dan bertanggungjawa agar pesan Injil sunguh  sungguh menjadi kabar yang menyukakan.
4.  Homili menjadi ukuran kedekatan umat dengan gembala, juga menjadi ukuran kedekatan sang gembala kepada Kristus.
5.  Paus merekomendasikan kepada para imam hal –hal praktis sbb :
-    Homili sebaiknya harus disampaikan dengan bahasa yang dimengerti umat.
-    Saat homili selalu menyampaikan hal kongkret sebagai usul tindakan yang baik.
-    Seandainya ada sesuatu yang negatif yang terpaksa harus disampaikan, sebisa mungkin menyampaikannya secara positif supaya homili berubah semacam rentetan keluhan, ratapan, kritik bahkan umpatan.
-    Homili bukanlah suatu pertunjukan hiburan. Homili adalah kesaksian atas sabda dan kehidupan memberi hidup dan makna pada perayaan ekaristi.
-    Homili hendak disampaikan ssecara singkat dan padat dengan menghindari gaya penyampaian seperti pidato  atau penyampaian materi suatu kuliah

Lebih daripada pelbagai macam teori  tentang homili, pada hakekatnya homili adalah kesaksian hidup. Homili menjadi hampa dan kosong jika wacana atau kata-kata yang disampaikan tak ditemukan dalam teladan kesaksian hidup sehari-hari sang penyampai homili

Minggu, 16 Oktober 2016

MENJADI PRIBADI YANG MAU DIPECAH-PECAH

Henri JM Nouwen lewat bukunya edisi Indonesia yang berjudul  “Diambil Diberkati dipecah dan dibagikan “ menulis bahwa kita adalah pribadi  dipecah-pecahkan, yaitu kehidupan yang bisa diraba, yang kelihatan. Tetapi di dalam komunitas kita adalah persekutuan yang diberkati.

Tulisannya adalah sebagian dari pengalaman rohaninya. Sejak ditahbiskan imam untuk keuskupan Agung Utrecht, karier  Newman boleh dibilang meroket ia pun penulis buku rohani yang handal. Ia   terbang ke Amerika untuk menggeluti  ilmu Psikologi setelah sebelumnya ia lulus dari Universitas  Katolik Nijmegen (Belanda).  Kemudian ia kembali ke Belanda dan meraih gelar doktor. Selanjutnya ia kembali ke Amerika dan menjadi dosen teologi Pastoral di Universitas  Yale. Tak dapat dipungkiri, ia adalah pastor yang sukses secara akademis, kariernya meroket.  Tetapi justru di puncak prestasinya itulah Newman  mengalami hidup yang ‘terpecah-pecah”.  Ia mengalami kecemasan yang hebat.  Ada pertanyaan mendalam yang menyangkut hidupnya yang tak dapat ia jawab. semua itu justru memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru yang malah membingungkannya. Tetapi bagi Newman Pendalaman iman justru ketika ia membiarkan pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul, meskipun sulit mencari  jawabannya, membuka cakrawala kehidupan baru  dan semakin luas.

Sifat terpecah – pecah itu bisa dialami banyak orang. Dalam sebuah suratnya kepada Newman, seseorang pernah menceritakan kehdupannya yang berpisah dengan pasangan hidupnya dan harus bercerai. Banyak orang juga mengalami situasi yang tidak ideal, ada beban dalam  pekerjaan ada beban dalam rumah tangga. Persoalan- persoalan itu  membuat kita kehabisan daya dan putus asa. Itulah situasi yang  terpecah-pecah. Keadaan itu sesungguhnya belum seberapa dengan keadaan terpecah-pecah yang lain yaitu kematian, karena manusia juga tak mungkin membebaskan diri dari kematian.

Newman menunjukkan bahkan para pemimpin dan para nabi Israel yang jelas terpilih dan terberkati pun semua menjalani hidup yang terpecah-pecah. Keadaan pribadi yang terpecah-pecah menyatakan sesuatu yaitu siapakah diri kita yang terpecah-pecah.

Menurut Newman, penderitaan  dan rasa sakit kita bukanlah sekedar selingan  dalam hidup kita, penderitaan dan rasa sakit itu menyentuh kita dalam keunikan pribadi dan batin kita yang paling dalam. Jika seseorang membagikan penderitaan itu kepada orang lain, maka anda membagikan sebagian  hidupmu kepada orang lain.  Nah penderitaan kita yang kita sadari sebagai  keterpecahan  kita hayati dan kita alami sesbagai yang amat pribadi dan amat unik. Newman yakin bahwa setiap pribadi menderita dengan cara khusus yang tidak pernah akan sama dengan orang lain, walau kita dapat membanding-bandingkan. Kita harus lebih berterima kasih kepada orang yang dapat mengerti bahwa saya merasa sendiri dalam penderitaan saya daripada bahwa ada banyak orang yang mengalami penderitaan yang sama atau bahkan lebih berat.

Keterpecahan yang unik dan pribadi itu merupakan  ungkapan kekususan  pribadi kita yang dipilih dan diberkati.  Corak keterpecahan kita  merupakan ungkapan kekhususan pribadi kita sebaaimana halnya corak diri kita sebagai pribadi yang dipilih dan diberkati. Kita dindang untuk mengakui pribadi kita terpecah itu, sebagaimana halnya kita  mengakui keadaan pribadi kita  yang diberkati.

Dalam pandangan Newman, penderitaan orang cacat fisik dan cacat mental sejatinya tak sehebat penderitaan akibat  hubungan yang hancur antara suami istri, anak dan orang tua, antara pribadi yang saling mencintai, antara kawan dan sahabat. Di dunia barat penderitaan yang paling berat adalah penderitaan karena merasa ditolak, tidak diperhitungkan, diremehkan  dan ditinggalkan sendirian.

Terhadap situasi yang seperti ini bukanlah langkah untuk menjauhi penderitaan  melainkan langkah mendekatinya. Kita harus melawan rasa takut dan mengakrabinya. Dan untuk sembuh dari rasa takut  menghadapinya dan mengakrabinya, bukan dengan cara untuk menghindar.


Dan yang terpenting bagi Newman penderitaan bukan jadi hambatan untuk mengalami kegembiraan dan damai yang didambakan, tetapi justru menjadi jalan menuju kegembiraan. Rahasia Kehidupan Rohani  anak-anak yang dicintai oleh Allah bahwa segala sesuatu yang kita hidupi , entah itu kegembiraaan atau kesusahan , suka cita atau penderitaan, sehat atau sakit  dapat menjadi jalan menuju keutuhanan kemanusiaan kita.