Minggu, 23 Oktober 2016

BERDOA TERUS CAPEK DEH!!!

Injil  Minggu yang lalu mengajak kita untuk berdoa dengan tiada jemu-jemu (Luk 18:1). Santo Paulus mengajak kita untuk berdoa dengan tiada berkeputusan.

Pater Mark Link dalam suatu buku renungannya pernah menulis demikian. Ada seorang  yang bernama Irmgard wood hidup di kota Stuttgart, Jerman. Pada suatu pagi dan keluarganya melihat ada pesawat terbang Amerika sedang terbakar. (waktu itu Jerman dan Amerika sedang berseteru hebat dalam  perang dunia ke II). Secara instingtif, mereka berdoa untuk pilotnya, meski mereka tahu pilotnya seorang Amerika.

Bertahun-tahun kemudia,keluarga Wood beremigrasi ke Amerika Serikat. Ibu Irmgard mendapat pekerjaan di sebuah Rumah Saki di San Fernando Valley, California. Suatu hari seorang pasien menduga  bahwa  bahasa Inggrisnya berdialeg Jerman. Pasien itu juga bertanya  tentang daerah aslnya di Jerman. Ia menjawab “Stuttgart.”

“Stutgart! Teriak si pasien.”saya pernah hampir saja mati di Stuttgart. Suatu pagi saat perang Duni II, pewawat saya terbakar dan jatuh dari angkasa. Seseorang pasti sungguh-sungguh mendoakan saya pada waktu itu.”
Kisah ini mengingatkan pada kata-kata penyair Inggris, Alfred Lord Tennysono,”lebih banyak hal terjadi karena doa daripada yang ditampilkan dunia ini. Itulah sekelumit kisah yang diceritakan Romo Mark Link sebagai pengantar meditasi ala Ignasius Loyola.

Doa memainkan peranan yang penting dalam hidup kita.Yesus sendiri mengajarkan kita untuk selalu berdoa berdoa dan berdoa. Yesus juga mengajarkan agar kita berdoa bukan untuk diri sendiri.
Didalam kitab suci kita bisa melihat agar kita selalu mendoakan satu dengan yang lain. Misalnya kita temukan dalam :

“Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.” (Kolose 4:12).


Epafras berdoa tidak seadanya, dikatakan ia bergumul. Kita juga diharapkan memperbaiki hidup doa kita. Tidak ada doa yang sia-sia. Agar doa kita menjadi doa yang sungguh-sungguh kita mendoakannya dalam iman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar