BERDOA TERUS CAPEK DEH!!!
Injil
Minggu yang lalu mengajak kita untuk berdoa dengan tiada jemu-jemu (Luk 18:1).
Santo Paulus mengajak kita untuk berdoa dengan tiada berkeputusan.
Pater Mark Link dalam suatu buku renungannya
pernah menulis demikian. Ada seorang
yang bernama Irmgard wood hidup di kota Stuttgart, Jerman. Pada suatu
pagi dan keluarganya melihat ada pesawat terbang Amerika sedang terbakar.
(waktu itu Jerman dan Amerika sedang berseteru hebat dalam perang dunia ke II). Secara instingtif,
mereka berdoa untuk pilotnya, meski mereka tahu pilotnya seorang Amerika.
Bertahun-tahun kemudia,keluarga Wood beremigrasi
ke Amerika Serikat. Ibu Irmgard mendapat pekerjaan di sebuah Rumah Saki di San
Fernando Valley, California. Suatu hari seorang pasien menduga bahwa
bahasa Inggrisnya berdialeg Jerman. Pasien itu juga bertanya tentang daerah aslnya di Jerman. Ia menjawab “Stuttgart.”
“Stutgart! Teriak si pasien.”saya pernah hampir
saja mati di Stuttgart. Suatu pagi saat perang Duni II, pewawat saya terbakar
dan jatuh dari angkasa. Seseorang pasti sungguh-sungguh mendoakan saya pada
waktu itu.”
Kisah ini mengingatkan pada kata-kata penyair
Inggris, Alfred Lord Tennysono,”lebih banyak hal terjadi karena doa daripada
yang ditampilkan dunia ini. Itulah sekelumit kisah yang diceritakan Romo Mark
Link sebagai pengantar meditasi ala Ignasius Loyola.
Doa memainkan peranan yang penting dalam hidup
kita.Yesus sendiri mengajarkan kita untuk selalu berdoa berdoa dan berdoa.
Yesus juga mengajarkan agar kita berdoa bukan untuk diri sendiri.
Didalam kitab suci kita bisa melihat agar kita
selalu mendoakan satu dengan yang lain. Misalnya kita temukan dalam :
“Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang
dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk
kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang
berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.” (Kolose 4:12).
Epafras berdoa tidak seadanya, dikatakan ia
bergumul. Kita juga diharapkan memperbaiki hidup doa kita. Tidak ada doa yang
sia-sia. Agar doa kita menjadi doa yang sungguh-sungguh kita mendoakannya dalam iman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar